Charting Gay Politics in Indonesia. Sebuah buku pra-Lambda

Ketika mempersiapkan pendirian Lambda Indonesia pada awal 1980-an, Dédé Oetomo menuliskan pikiran-pikiran dan visinya tentang suatu Indonesia di mana orang gay (waktu itu belum ada akronim LGBTIQ) dapat hidup dengan sejahtera dan setara dengan orang lain.

Atas jasa baik Penasihat GAYa NUSANTARA, Tom Boellstorff, kami unggah makalah itu untuk bahan pemikiran kita sekarang.

Klik disini untuk membaca secara online

Analisa Baseline Study Stigma dan Diskriminasi LGBT di 5 Kota Besar Indonesia

Dokumen ini merupakan hasil analisa dari kegiatan baseline study tentang stigma dan diskriminasi di masyarakat terhadap LGBT yang dilakukan melalui proses focus group discussion (FGD) bersama dengan masyarakat yang berada pada 5 kota besar di Indonesia: Yogyakarta, Semarang, Bandung, Jakarta, dan Surabaya.

Tujuan dari study ini adalah untuk memperkuat program advokasi jaringan nasional GWL-INA melalui pengidentifikasian pandangan masyarakat, baik terhadap komunitas LGBT maupun terhadap stigma dan diskriminasi pada komunitas LGBT, serta mengembangkan program bagi GWL-INA untuk mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap komunitas LGBT.

Di bawah ini merupakan hasil serta pembahasan yang meliputi karakteristik subjek penelitian, pemahaman masyarakat mengenai HAM, pemahaman dan pengalaman masyarakat terhadap komunitas LGBT, serta pandangan masyarakat terhadap HAM pada komunitas LGBT.

Klik disini untuk melihat hasil laporan ini secara online. Silahkan menghubungi kami jika ingin mengunduh laporannya.

Laporan Indonesia Program Being LGBTI in Asia Fase 1

Klik gambar untuk mengunduh, 2.1MB
Klik gambar untuk mengunduh, 2.4MB

Being LGBTI in Asia atau Menjadi LGBTI di Asia adalah program regional yang bertujuan untuk mengurangi ketimpangan dan marginalisasi atas dasar orientasi seksual dan identitas gender (SOGI).

Program ini merupakan kerjasama dengan masyarakat sipil, dan mengikutsertakan lembaga-lembaga nasional dan regional untuk memajukan hukum protektif dan kebijakan-kebijakan, serta memberdayakan masyarakat sipil. Program ini mendukung kebijakan dan penelitian operasional, dan pengembangan strategi antara kelompok-kelompok rentan dan berbagai pemangku kepentingan utama di tingkat nasional dan regional.

Program ini mengakui bahwa populasi LGBTI tertentu, termasuk lesbian, gay, waria, priawan dan interseks, menghadapi berbagai pengalaman tergantung pada identitas dan ekspresi gender, serta konteks sosial budaya mereka yang beragam.

Laporan ini mengulas lingkungan hukum dan sosial yang dihadapi kelompok lesbian, gay, biseksual, waria, priawan dan interseks (LGBTI) di Indonesia. Laporan ini merupakan hasil Dialog Komunitas LGBT Nasional Indonesia yang diselenggarakan di Nusa Dua, Bali, Indonesia pada bulan Juni 2013. Dialog menghadirkan 71 peserta dari 49 lembaga yang mewakili keseluruhan keragaman organisasi LGBT di Indonesia, di samping wakil-wakil pemerintah pusat, lembaga hak asasi nasional, lembaga donor, perguruan tinggi, lembaga nonpemerintah untuk hak asasi manusia, organisasi bantuan hukum dan organisasi masyarakat madani, serta beberapa tokoh agama. Dialog diselenggarakan oleh United Nations Development Programme (UNDP) bersama United States Agency for International Development (USAID) sebagai mitra kerja.

 

Gays in Indonesia

Saat gerakan gay Indonesia mulai dengan berdirinya Lambda Indonesia, kawan2 gay, lesbian dan trans di Australia, yang a.l. aktif dalam menerbitkan Gay Community News, menyambut kita dengan hangat dan penuh semangat. Di antara mereka, Mbak Helen Pausacker sampai sekarang masih berhubungan dengan kita di GAYa NUSANTARA, dan menjadi salah satu penasihat kita. Helen dkk. mengumpulkan kliping yang kita kumpulkan sebagai kerja Lambda Indonesia, dan menerjemahkannya sebagai Gays in Indonesia (1984).

Gays in Indonesia cover(Download buku Gays in Indonesia, 4 MB)

Fiqh Seksualitas

Fiqh Seksualitas: Risalah Islam untuk Pemenuhan Hak-hak Seksualitas

Penulis : Kyai Husein Muhammad | Siti Musdah Mulia | Kyai Marzuki Wahid
Kontributor : Roy Tjiong | Mukhotib MD | Inne Silviane | Nanang Munajat | Farid Husni | Ramonasari | Chatarina Wahyurini | Priya Subroto | Yahya Ma’shum | Erry H Kamka
Proofreader: Maezur Zacky
ISBN: 978-979-3807-28-7

Download PDF buku ini

”Kami ingin menjadi Muslim yang baik, tetapi kami merasa seperti ditelantarkan diluar rumah agama kami. Dalam kongres internasional gay, kami meminta disediakan tempat untuk sholat, panitia sangat menghormati ketaatan kami beragama dengan menyediakan space khusus, tetapi tidak berlaku sebaliknya, kami tidak akan diberi space di komunitas agama kami”. Kurang lebih demikian ungkapan reflektif seorang kawan gay, intelek dan religious yang saya temui sekitar tahun 2005.

Kajian ini menjawab kegelisahan umat, baik kawan-kawan komunitas dengan orientasi seksual diluar mainstream, membongkar isu seksualitas yang banyak rambu dan tabu, menawarkan pendekatan dan pensikapan agama berbasis konteks dengan penelusuran yang komparatif, agar dasar argumentasinya lebih mengedepan daripada kesimpulan-kesimpulan dogmatik yang siap saji.

Lanjutkan membaca “Fiqh Seksualitas”

The Gay Archipelago (Bahasa Indonesia)

Download PDF The Gay Archipelago dalam Bahasa Indonesia.
Versi bahasa Inggris dapat disimak di situs Princeton University Press.

The Gay Archipelago merupakan buku pertama yang mengeksplorasi kehidupan lelaki gay di Indonesia, sebuah bangsa dengan penduduk terbanyak keempat di dunia, dan berpenduduk Muslim lebih banyak dibandingkan di mana saja di negara lain. Didasarkan pada serangkaian metode lapangan, buku ini meneliti tentang bagaimana identitas gay dan lesbi Indonesia dipengaruhi oleh nasionalisme dan globalisasi.

Tom Boellstorff menyelidiki sejarah homoseksualitas di Indonesia, dan kemudian menyelidiki tentang bagaimana identitas kaum gay dan lesbian dijalankan dalam kehidupan sehari-hari, dari pertanyaan tentang cinta, nafsu, dan pacaran sampai tempat-tempat di mana kaum gay dan lesbi Indonesia bertemu. Dia juga meneliti tentang peran media massa, negara, dan perkawinan dalam identitas gay dan lesbian.

Tom Boellstorff adalah Associate Professor Antropologi di University of California. Buku lainnya adalah A Coincidence of Desires: Anthropology, Queer Studies, Indonesia (Duke University Press, 2007) dan Coming of Age in Second Life: An Anthropologist Explores the Virtually Human (Princeton University Press, 2008). Dia juga menjadi ko-editor dari Speaking in Queer Tounges: Globalization and Gay Language (University of Illinois Press, 2003). Lanjutkan membaca “The Gay Archipelago (Bahasa Indonesia)”

The Gay Archipelago (English)

The Gay Archipelago: Sexuality and Nation in Indonesia
Tom Boellstorff
Winner of the 2005 Ruth Benedict Prize, Society for Lesbian and Gay Anthropologists, American Anthropological Association

Paperback | 2005 | ISBN: 9780691123349
304 pp. | 6 x 9 | 6 halftones. 13 line illus. 2 tables. 3 maps.

eBook | ISBN: 9781400844050

Click here for the Indonesian translation of The Gay Archipelago.

The Gay Archipelago is the first book-length exploration of the lives of gay men in Indonesia, the world’s fourth most populous nation and home to more Muslims than any other country. Based on a range of field methods, it explores how Indonesian gay and lesbian identities are shaped by nationalism and globalization. Yet the case of gay and lesbian Indonesians also compels us to ask more fundamental questions about how we decide when two things are “the same” or “different.” The book thus examines the possibilities of an “archipelagic” perspective on sameness and difference.

Tom Boellstorff examines the history of homosexuality in Indonesia, and then turns to how gay and lesbian identities are lived in everyday Indonesian life, from questions of love, desire, and romance to the places where gay men and lesbian women meet. He also explores the roles of mass media, the state, and marriage in gay and lesbian identities.

The Gay Archipelago is unusual in taking the whole nation-state of Indonesia as its subject, rather than the ethnic groups usually studied by anthropologists. It is by looking at the nation in cultural terms, not just political terms, that identities like those of gay and lesbian Indonesians become visible and understandable. In doing so, this book addresses questions of sexuality, mass media, nationalism, and modernity with implications throughout Southeast Asia and beyond. Lanjutkan membaca “The Gay Archipelago (English)”

Memberi Suara pada yang Bisu

Download PDF Memberi Suara Pada Yang Bisu

Author: Oetomo, Dede
Edition: Cet. 1.
Publisher: Yogyakarta : Galang Press Yogyakarta, 2001
Page: xliv, 348 p. ; 21 cm.
ISBN: 9799341205
Summary: Author’s account of his life as a homosexual and the future of gays in Indonesia.

Dalam buku ini, Dede menggambarkan dengan sangat bagus pengalamannya selama di negeri Paman Sam. Kebetulan ketika itu, gerakan pembebasan gay di kampus-kampus berkembang pesat dalam suasana euforia. Ternyata, Dede tergugah oleh gerakan ini, seolah-olah mulai ketemu jalan keluar dari kemelut batin yang dialami di Indonesia di bawah Orde Baru. Akhirnya ia berani “membuka diri” di depan umum. Mungkin dia orang Indonesia pertama yang seberani itu. Di kalangan mahasiswa Indonesia di Cornell, yang dibagi dua antara birokrat-birokrat yang diongkosi Orde Baru dan orang-orang “sipil” yang bebas, berita ini ternyata mengagetkan. Grup pertama biasanya sinis dan marah: “bikin malu, ah”, “ikut-ikutan bule, ah” dan sebagainya. Ada juga yang bilang; “dasar Cina.” Tetapi grup kedua ternyata bisa menerima realitas, daan di kalangan ini Dede tak kehilangan teman, kalaupun kadang-kadang dia diobok-obok.

Saya sendiri? Kagum dan heran. Kagum kepada keberaniannya dan heran melihat manusia Indonesia tipe baru, yang belum pernah saya jumpai sebelumnya: seorang gay. Dari mana keberanian itu?
–Benedict Anderson