Laporan Hasil Review Peraturan Daerah Kota Surabaya No. 4 Tahun 2013 Tentang Penanggulangan HIV/AIDS di Kota Surabaya

Sejak tahun 2013 sampai dengan tahun 2020 disahkannya Peraturan Daerah Kota Surabaya No. 4 Tahun 2013 tentang penanggulangan HIV/AIDS di Kota Surabaya, LBH Surabaya bekerjasama dengan GAYA NUSANTARA dan EJA perlu melakukan tinjauan terhadap Perda tersebut. Kami melihat dalam pelaksanaannya, implementasi masih belum maksimal dan masih terdapat kasus-kasus yang menimpah ODHA di Kota Surabaya.

Laporan hasil tinjauan Perda HIV dan AIDS di Kota Surabaya, dilakukan dengan melibatkan seluruh stakeholder dalam upaya penanggulangan HIV dan AIDS, antara lain Organisasi Perangkat Daerah terkait, Komisi Penanggulangan AIDS Kota Surabaya, NGO, Jaringan dan Layanan Kesehatan Puskesmas di Kota Surabaya. Harapannya dengan adanya tinjauan Perda ini dapat dijadikan bahan usulan pengambil kebijakan untuk menanggulangi HIV dan AIDS di Kota Surabaya secara lebih komprehensif dan sistematis. Selain itu harapan kegiatan ini dapat memberikan masukan terkait isi Perda maupun implementasinya serta peran dari masing masing Stakeholder yang terlibat dalam tim yang akan di jadikan bahan dalam pengajuan revisi Perda dan Perwali ke Pemerintah Kota Surabaya, dan juga mengawal proses tersebut sampai padą tahap pembahasan.

Klik di sini untuk mengunduh laporan ini.

Studi Terkait Hambatan Kepemilikan BPJS Kesehatan pada Komunitas Gay dan Waria di Surabaya

Dokumen ini merupakan laporan dari penelitian yang dilakukan sepanjang Maret sampai dengan Juli 2020 untuk mengetahui hambatan apa saja kelompok gay dan waria hadapi dalam memiliki BPJS Kesehatan.

Ada anggapan bahwa antara lain karena mobilitas sebagian anggota komunitas yang tinggi, kepemilikan BPJS Kesehatan memiliki hambatan yang cukup sulit. Hal ini diduga dikarenakan keberadaan sebagai perantau disuatu kabupaten/kota.

Dengan tidak memiliki BPJS Kesehatan, maka sulit pula untuk mengakses layanan kesehatan secara gratis. Kesulitan biaya menjadi kendala utama komunitas saat melakukan pemeriksaan maupun pengobatan di puskesmas maupun rumah sakit.

Salah satu persyaratan dalam mengurus BPJS Kesehatan adalah dimilikinya kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) pemohon. Ditengarai bahwa kebanyakan dari anggota komunitas yang tidak memiliki BPJS Kesehatan disebabkan karena tidak adanya KTP maupun KK.

Klik di sini untuk mengunduh dokumen.

Laporan Pendokumentasian Kasus Kekerasan Bebasis SOGIESC dan Stigma & Disriminasi Dari Layanan Kesehatan

Pendokumentasian adalah sebuah kerja yang penting untuk organisasi berbasis komunitas. Melalui pendokumentasian ini kita dapat menelusuri bagaimana situasi sosial politik komunitas yang kadang terlupakan dengan berlalu begitu saja bersama waktu. Laporan pendokumentasian merupakan hasil kerjasama delapan organisasi yang berasal dari wilayah berbeda-beda yang masing-masing bekerja untuk komunitas dampingannya. Laporan ini mencoba merekam kondisi- kondisi dilapangan yang dihadapi oleh komunitas dampingan dan para pendamping layanan kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan HIV/AIDS.

Kisah-kisah yang disampaikan dalam laporan pendokumentasian ini hanyalah sebagian kecil dari lautan kisah-kisah serupa tentang perlakuan diskriminasi, kekerasan, stigma dan marginalisasi yang berbasis SOGIESC. Dan tentunya masih ada kisah lainnya yang tidak sempat dan dapat terekam dalam laporan kami. Kami menyadari tidak semua kelompok dampingan kami mampu menceritakan pengalaman traumatis mereka apalagi yang berkaitan dengan SOGIES karena ketakutan dan masih ada yang belum selesai dengan konflik internal yang mereka alami. Juga pendokumentasian ini membutuhkan skill yang bukan saja soal bagaimana mendokumentasikannya tetapi juga kemampuan sebagai “konselor” disaat pendamping membutuhkan ruang katarsis untuk menyampaikan kisah dan kekuatirannya serta ‘merekam’ kisah mereka. Kisah-kisah ini adalah kisah sehari-hari yang dihadapi oleh kelompok kunci dengan kompleksitas keragamanannya masing-masing.

Kisah-kisah ini masih memperlihatkan bahwa situasi HAM pada kelompok yang rentan dengan HIV/AIDS mengalami double stigma bila dikaitkan dengan orintasi seksual non-normative dan identitas non-cisgender serta perempuan yang dianggap lebih lemah dari laki-laki. Persoalan ini masih membayangi kehidupan sehari-hari kelompok dampingan.

Pendokumentasian ini didukung oleh PITCH Indonesia untuk kerjasama organisasi- organisasi yang bekerja untuk penanggulangan HIV/AIDS dikelompok-kelompok yang berbeda- beda yaitu perempuan, laki-laki, transpuan dan orientasi seksual yang beragam. Adapun organisasi tersebut adalahGAYa NUSANTARA, Empowerment and Justice Action, Yayasan Kesehatan Bali, Gaya Dewata, Puzzle Indonesia, Organisasi Perubahan Sosial Indonesia (OPSI), Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI) dan Inti Muda Nasional

Pada akhirnya kami mengucapkan terima kasih kepada PITCH Indonesia yang mendukung kerjasama semua lembaga yang terlihat dalam pendokumentasian ini.

Klik di sini untuk mengunduh laporan ini.

Membunuh Binerisme Gender

Kumpulan Resensi atas Buklet Tafsir Progresif Islam Kristen terhadap Keragaman Gender dan Seksualitas: Panduan Memahami Tubuh dan Tuhan.

Klik di sini untuk mengunduh bukunya

Tafsir Progresif Islam & Kristen Terhadap Keragaman Gender dan Seksualitas

Buku ini dibuat sebagai bagian dari upaya bersama yang dilakukan oleh para pemimpin antaragama untuk memberikan panduan bagi orang-orang LGBTI dalam menemukan interpretasi agama yang lebih humanistik dan adil bagi kelompok-kelompok LGBTI; merangkul dan meyakinkan, tidak mengancam dan menakutkan.


Diharapkan bahwa interpretasi lebih segar dan progresif ini dapat membantu orang LGBTI untuk lebih memahami dan menyetujui diri mereka sebagai bagian dari ciptaan Tuhan sehingga mereka dapat melihat dan menghargai berbagai keunikan dan keindahan masing-masing.


Buku ini berisi sembilan diskursus penting LGBTI yang mengupayakan penafsiran ulang dari perspektif antaragama yang progresif. Topik-topik ini dianggap sebagai wacana penting untuk ditinjau karena sering digunakan sebagai landasan untuk berbagai argumen keagamaan untuk membenarkan doktrin kebencian terhadap komunitas LGBTI.


Sembilan topik tersebut adalah:
(1) Memeriksa Ulang Label Pendosa
(2) Benarkah Semua Ciptaan Tuhan adalah Biner?
(3) Homoseksualitas sebagai Realitas
(4) Menafsirkan Konsep Prokreasi
(5) Untuk Memuaskan Kebutuhan Seksual
(6) Ekspresi Gender sebagai Fitrah
(7) Pemurnian
(8) Menafsirkan Kembali Kisah Sodom dan Gomora atau Rakyat Lut
(9) Menggambarkan Pengabdian dan Iman


Buku ini bertujuan untuk memberikan tanggapan progresif interpretasi gagasan agama klasik yang cenderung menstigmatisasi LGBTI secara negatif. Diharapkan bahwa interpretasi-interpretasi baru ini dapat memberikan pengetahuan dan pencerahan kepada pihak-pihak terkait sehingga mereka dapat melihat bahwa suatu agama bukanlah legitimasi untuk membatasi, mengintimidasi, menganiaya dan menghakimi perilaku, sebaliknya, agama menandakan pembebasan dan memberikan keadilan bagi yang tertindas dan yang terabaikan.

Klik di sini untuk mengunduh buku ini dalam Bahasa Indonesia dan di sini dalam Bahasa Inggris.

PRIDE at work

PRIDE at work adalah sebuah studi mengenai diskriminasi di tempat kerja berdasarkan orientasi seksual dan identitas gender di Indonesia. Laporan ini didasarkan pada penelitian yang dilaksanakan oleh Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan Universitas Gadjah Mada atas nama ILO pada tahun 2014.

Link menuju PRIDE at work

Modul Program “GAY KEREEEN: Gay yang Pede, Berani, Sehat dan Ceria”

Modul Program “GAY KEREEEN: Gay yang Pede, Berani, Sehat dan Ceria” ini bertujuan untuk memberdayakan orang-orang gay dengan cara bermain tapi juga serius belajar.

Didasarkan pada modul asalnya dari Australia, “Gay Now!” yang banyak digunakan pada tahun 1990-an, versi Indonesia ini awalnya diterjemahkan oleh Marcel Latuihamallo (IPOOS, Jakarta), kemudian disunting oleh sebuah tim dari GAYa NUSANTARA yang terdiri dari Ahmad Zainul “Inung” Hamdi, Poedjiati Tan, Sardjono Sigit dan Rafael Hendrikus “Vera Cruz” Da Costa, di bawah koordinasi Dédé Oetomo dengan bantuan Nur Agustinus dan Tonny.

Para aktivis gay dipersilakan menggunakan dan mengunduh modul ini, dengan permohonan agar memberitahu kami melalui email, dapat dengan komentar dan kritik.

Modul Gay Keren
Klik gambar untuk membaca online

Charting Gay Politics in Indonesia. Sebuah buku pra-Lambda

Ketika mempersiapkan pendirian Lambda Indonesia pada awal 1980-an, Dédé Oetomo menuliskan pikiran-pikiran dan visinya tentang suatu Indonesia di mana orang gay (waktu itu belum ada akronim LGBTIQ) dapat hidup dengan sejahtera dan setara dengan orang lain.

Atas jasa baik Penasihat GAYa NUSANTARA, Tom Boellstorff, kami unggah makalah itu untuk bahan pemikiran kita sekarang.

Klik disini untuk membaca secara online

Analisa Baseline Study Stigma dan Diskriminasi LGBT di 5 Kota Besar Indonesia

Dokumen ini merupakan hasil analisa dari kegiatan baseline study tentang stigma dan diskriminasi di masyarakat terhadap LGBT yang dilakukan melalui proses focus group discussion (FGD) bersama dengan masyarakat yang berada pada 5 kota besar di Indonesia: Yogyakarta, Semarang, Bandung, Jakarta, dan Surabaya.

Tujuan dari study ini adalah untuk memperkuat program advokasi jaringan nasional GWL-INA melalui pengidentifikasian pandangan masyarakat, baik terhadap komunitas LGBT maupun terhadap stigma dan diskriminasi pada komunitas LGBT, serta mengembangkan program bagi GWL-INA untuk mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap komunitas LGBT.

Di bawah ini merupakan hasil serta pembahasan yang meliputi karakteristik subjek penelitian, pemahaman masyarakat mengenai HAM, pemahaman dan pengalaman masyarakat terhadap komunitas LGBT, serta pandangan masyarakat terhadap HAM pada komunitas LGBT.

Klik disini untuk melihat hasil laporan ini secara online. Silahkan menghubungi kami jika ingin mengunduh laporannya.