Buku ini dibuat sebagai bagian dari upaya bersama yang dilakukan oleh para pemimpin antaragama untuk memberikan panduan bagi orang-orang LGBTI dalam menemukan interpretasi agama yang lebih humanistik dan adil bagi kelompok-kelompok LGBTI; merangkul dan meyakinkan, tidak mengancam dan menakutkan.


Diharapkan bahwa interpretasi lebih segar dan progresif ini dapat membantu orang LGBTI untuk lebih memahami dan menyetujui diri mereka sebagai bagian dari ciptaan Tuhan sehingga mereka dapat melihat dan menghargai berbagai keunikan dan keindahan masing-masing.


Buku ini berisi sembilan diskursus penting LGBTI yang mengupayakan penafsiran ulang dari perspektif antaragama yang progresif. Topik-topik ini dianggap sebagai wacana penting untuk ditinjau karena sering digunakan sebagai landasan untuk berbagai argumen keagamaan untuk membenarkan doktrin kebencian terhadap komunitas LGBTI.


Sembilan topik tersebut adalah:
(1) Memeriksa Ulang Label Pendosa
(2) Benarkah Semua Ciptaan Tuhan adalah Biner?
(3) Homoseksualitas sebagai Realitas
(4) Menafsirkan Konsep Prokreasi
(5) Untuk Memuaskan Kebutuhan Seksual
(6) Ekspresi Gender sebagai Fitrah
(7) Pemurnian
(8) Menafsirkan Kembali Kisah Sodom dan Gomora atau Rakyat Lut
(9) Menggambarkan Pengabdian dan Iman


Buku ini bertujuan untuk memberikan tanggapan progresif interpretasi gagasan agama klasik yang cenderung menstigmatisasi LGBTI secara negatif. Diharapkan bahwa interpretasi-interpretasi baru ini dapat memberikan pengetahuan dan pencerahan kepada pihak-pihak terkait sehingga mereka dapat melihat bahwa suatu agama bukanlah legitimasi untuk membatasi, mengintimidasi, menganiaya dan menghakimi perilaku, sebaliknya, agama menandakan pembebasan dan memberikan keadilan bagi yang tertindas dan yang terabaikan.

Klik di sini untuk mengunduh buku ini dalam Bahasa Indonesia dan di sini dalam Bahasa Inggris.