Similar Posts
Joint Statement Untuk Bangladesh
Kita pasti sudah mendengar berita mengerikan mengenai pembunuhan Xulhaz, pendiri majalah LGBT di Bangladesh. Untuk itu, bersama dengan APCOM, aktivis, dan organisasi lainnya, GAYa NUSANTARA ikut menandatangani joint statement untuk Bangladesh. “We, the undersigned, join other voices from across Asia and the Pacific – and around the world – in calling upon the Government of…
Hari Solidaritas LGBTIQ Nasional
Tanggal 1 Maret sebagai Hari Solidaritas LGBTIQ Nasional telah dideklarasikan oleh kawan-kawan Indonesian Gay Society (IGS) Yogyakarta pada tanggal 17 Maret 2000 di Lembaga Indonesia-Perancis, Yogyakarta. Deklarasi ini digelar dalam sebuah acara sederhana namun meriah yang dihadiri oleh sekitar 100 orang gay, lesbian dan kawan-kawan simpatisan dari berbagai kalangan. Tanggal 1 Maret diambil karena pada…
Kunjungan dari Human Rights Watch
Andreas Harsono dari Human Rights Watch Jakarta sedang melakukan penelitian mengenai kekerasan berbasis agama terhadap minoritas seksual dan agama. Dalam rangka itu, senyampang dia berada di Surabaya, dia ingin melakukan diskusi dengan para aktivis HAM di dua bidang itu yang dilakukan di kantor GAYa NUSANTARA.
IDAHOT 2015 dengan GAYa NUSANTARA
Di tahun 2015 ini, GAYa NUSANTARA mengadakan 3 acara untuk merayakat IDAHOT tahun ini.
1. Program GN – SBOTV dengan tema “Homophobia terhadap Remaja LGBTI”
2. Kuliah umum “Pengantar Kajian Queer” oleh Hendri Julius di FIB UNAIR
3. Bedah buku “Coming out” karya Hendri Yulius di c2oForum LGBTIQ Indonesia with Orlando
FORUM LGBTIQ INDONESIA PERNYATAAN SIKAP Kebencian terhadap orang dengan orientasi seksual, identitas dan ekspresi gender (SOGIE) yang kita kenal dengan individu Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, Intersex & Queer (LGBTIQ) adalah fakta di hadapan mata. Kebencian yang didasarkan pada SOGIE ini disebut sebagai homophobia, transphobia dan biphobia, kebencian yang dapat melahirkan jenis kekerasan baik fisik maupun…
Dédé Oetomo & Vera Cruz Menjadi Panelis Untuk Peace Corps
Tgl 12 Januari 2016 yang lalu, Herry Vera Cruz dan Dédé Oetomo dari GAYa NUSANTARA berbicara sebagai panelis pada acara Pelatihan Prakarsa Pasangan Sejenis dan Dukungan dan Inklusi LGBT untuk staf Peace Corps Indonesia (indonesia.peacecorps.gov). Panelis lain adalah seorang staf Komnas HAM dan Prof. Dr Siti Ruhaini Dzuhayatin, Komisioner Komisi Independen HAM Organisasi Kerjasama Islam…
