Profil Tokoh

Dédé Oetomo

Salah satu perintis gerakan hak LGBTIQ+ di Indonesia dan sosok penting dalam perjalanan GAYa NUSANTARA.

Dédé Oetomo menerima penghargaan 9Hero Awards 2025

Lebih dari empat dekade kerja akademik, pengorganisasian, dan advokasi menjadikan Dédé Oetomo salah satu sosok penting dalam sejarah gerakan LGBTIQ+ Indonesia.

Awal perjalanan

Merintis ruang bagi komunitas

Dédé Oetomo merupakan sosok sentral di balik lahirnya gerakan hak LGBTIQ+ di Indonesia. Perjalanannya sebagai aktivis dimulai sejak awal 1980-an, ketika ia sedang menempuh studi doktornya dalam bidang Linguistik dan Studi Asia Tenggara di Universitas Cornell. Keberaniannya terwujud secara nyata melalui pendirian Lambda Indonesia pada tahun 1982, yang tercatat sebagai organisasi gay pertama di Indonesia. Lima tahun berselang, ia mengukuhkan dedikasinya dengan mendirikan GAYa NUSANTARA, sebuah organisasi yang bertransformasi menjadi yayasan pada 2012 dan hingga kini tetap berdiri sebagai salah satu institusi LGBTIQ+ tertua di Indonesia.

Akademisi & jejaring

Pengetahuan yang bergerak melintasi batas

Selain kiprahnya di ranah organisasi, kepakaran akademis Dédé senantiasa beriringan dengan aktivisme internasionalnya. Di sela kesibukannya mengajar sebagai dosen tamu di berbagai universitas ternama di Indonesia, ia memegang peran strategis dalam jaringan advokasi global. Sejak 2013, ia dipercaya menjabat sebagai Ketua Governing Board APCOM dan aktif memberikan bimbingan bagi jaringan nasional seperti GWL-INA. Kontribusi lintas batas ini juga membawanya menjadi anggota Advisory Committee pada Coalition for Sexual & Bodily Rights in Muslim Societies (CSBR), yang mempertegas posisinya sebagai pemikir kritis dalam isu hak asasi manusia.

Warisan & pengakuan

Keberanian yang diteruskan lintas generasi

Dedikasi tanpa henti selama lebih dari empat dekade tersebut akhirnya membuahkan pengakuan internasional yang bergengsi. Dédé tercatat sebagai penerima Felipa de Souza Award pada 1998 dan Utopia Award pada 2001 atas peran perintisnya dalam gerakan LGBTIQ+ di Asia serta HERO Award pada 2025. Namun, melampaui segala penghargaan dan struktur organisasi yang ia bangun, warisan terbesarnya terletak pada semangat keberanian yang ia wariskan. Ia telah mengilhami generasi aktivis baru untuk tampil dengan bangga dan melanjutkan perjuangan demi kesetaraan yang lebih luas di masa depan.

Sampul buku Saint Dédé

Buku penghormatan

Saint Dédé

Saint Dédé adalah kumpulan tulisan yang disusun untuk merayakan ulang tahun ke-70 Dédé Oetomo pada 6 Desember 2023, sebuah penanda atas perjalanan panjang, pemikiran, kontribusinya bagi komunitas, dan orang-orang yang telah disentuhnya.

Kata pengantar oleh Julia Suryakusuma · Disunting oleh Dina Listiorini dan Irmia Fitriyah

Baca Buku