GAYa NUSANTARA (GN) adalah salah satu organisasi pelopor LGBTIQ+ di Indonesia. Kami hadir dari keberanian untuk hidup terbuka, bangga pada jati diri, dan memperjuangkan dunia yang menghargai keragaman seks, gender, dan seksualitas sebagai bagian tak terpisahkan dari kemanusiaan.
Kerja bersama komunitasLayanan berbasis komunitasRuang belajar dan berbagi
Arsip majalah GAYa NUSANTARA
Perjalanan Kami
Dari ruang kecil menjadi gerakan yang terus hidup
Didirikan oleh Dédé Oetomo dan dua kawan lainnya, Mbok Rudy dan Ayah Tono, pada 1 Agustus 1987. Hingga tahun 2001, GN beraktivitas sebagai kelompok kerja (kolektif) informal, dengan kegiatan utama menerbitkan majalah dan buku seri yang memungkinkan kelompok mendapatkan dana.
Sesekali ada donasi untuk peralatan produksi maupun kegiatan. Pada 2002, GN mendapatkan dana jangka panjang untuk pencegahan HIV dari Program Aksi Stop AIDS (ASA). Bersamaan dengan perubahan perundang-undangan yayasan, GN kemudian mendaftarkan diri pada Kementerian Hukum & HAM pada 27 Juni 2012.
Selama empat dekade, kami bekerja melalui penguatan komunitas, pendidikan, advokasi, penelitian, publikasi, dan layanan kesehatan yang berpusat pada martabat manusia.
Menciptakan Indonesia yang menghormati, melindungi, dan memenuhi hak asasi manusia, di mana orang dapat hidup dalam kesetaraan, kemandirian, dan keragaman dalam hal-hal yang berkaitan dengan orientasi seksual, identitas dan ekspresi gender, dan karakteristik seks (SOGIESC).
Misi
Melakukan penelitian, penerbitan, dan pendidikan dalam hak asasi manusia, seks, gender dan seksualitas, kesehatan dan kesejahteraan seksual.
Memperjuangkan hak asasi manusia, seks, gender dan seksualitas, kesehatan dan kesejahteraan seksual.
Menyediakan layanan dan mengumpulkan informasi tentang hak asasi manusia, seks, gender dan seksualitas, kesehatan dan kesejahteraan seksual.
Mempelopori dan mendorong gerakan LGBTIQ+.
Nilai-nilai Dasar
Nilai yang kami hidupi dalam setiap langkah
Bukan sekadar prinsip tertulis—nilai-nilai ini memandu cara kami bekerja bersama komunitas.
Humanisme
Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan hak asasi manusia (HAM).
Kesetaraan
Tidak ada perbedaan atas dasar apa pun, termasuk seks, gender, orientasi seksual, ras, suku, agama, dan lainnya.
Demokrasi
Pengambilan keputusan yang terbuka dan partisipatif, dengan kemampuan menerima perbedaan dan menjunjung kesetaraan.
Propilihan
Menghargai semua pilihan yang dibuat oleh setiap orang.
Nonkekerasan
Mengutamakan dialog untuk mencapai kesepakatan dan menghindari kekerasan sebagai bagian dari penegakan HAM.
Solidaritas
Menghargai dan menghormati setiap orang.
Kemandirian
Kebebasan menentukan arah dan tujuan organisasi tanpa dipengaruhi kepentingan pihak lain.
Keterbukaan
Konsisten dan jujur dalam memberikan fakta serta informasi yang sesungguhnya sejauh mendukung tujuan organisasi.
Kerelawanan
Bekerja tanpa pamrih dengan mengutamakan kepentingan dan tujuan organisasi sesuai visi dan misi.