Tim Outreach

Sejak kasus AIDS pertama di Indonesia pada tahun 1987 yang menimpa seorang wisatawan asing di Bali, GN sudah mulai peduli terhadap permasalahan-permasalahan AIDS di Indonesia, khususnya untuk komunitas GWL. Apalagi waktu itu (bahkan sampai sekarang) muncul mitos yang sangat kuat bahwa AIDS disebabkan oleh kawan-kawan GWL. Oleh sebab itu GN membentuk Tim Outreach untuk berpartisipasi dalam program-program pencegahan dan penanggulangan IMS, HIV & AIDS di Indonesia, khususnya untuk komunitas GWL.

Latar belakang perlu adanya Tim Outreach GN adalah karena ketertutupan dari komunitas GWL itu sendiri akibat adanya stigma dan diskriminasi dari masyarakat, sehingga banyak dari kawan-kawan gay dan LSL yang masih tertutup kesulitan untuk mendapatkan akses informasi tentang IMS, HIV & AIDS. Sehingga untuk menjangkau mereka diperlukan strategi khusus yang dinamakan outreach, yaitu menjangkau secara langsung mereka di tempat-tempat mereka tinggal atau berkumpul dan memberikan secara langsung informasi tentang IMS, HIV & AIDS kepada mereka, baik secara individu ataupun kelompok.

tim-outreach-gn
Berdiri dari kiri ke kanan: Sigit, Tono, Eric, Indra, Heri, Irwan, Budi dan Rudi; duduk dari kiri ke kanan: Yohanes, Risky, Sam, Andre dan Nur. Tim Outreach GN ini selalu melakukan pertemuan mingguan setiap hari Rabu sore di GNCC, guna meningkatkan kualitas kerja dan memberikan layanan yang terbaik buat kawan-kawan GWL.

Kalau pada awalnya Tim Outreach GN hanya bertugas menyebarkan informasi dan mengkampanyekan perilaku aman saja, namun dalam perkembangannya sesuai dengan kebutuhan kawan-kawan GWL di lapangan Tim Outreach GN juga melakukan banyak aktivitas pendukung lainnya. Antara lain melakukan: distribusi kondom dan pelicin berbahan dasar air; distribusi materi KIE; menjalalin kerja sama rujukan dan mobile clinic dengan layanan kesehatan yang ada untuk Pemeriksaan IMS, TB dan VCT; memfasilitasi Peer Educator (PE); memfasilitasi Kelompok Dukungan Sebaya (KDS); memberikan dukungan, perawatan dan pengobatan untuk kawan-kawan ODHIV; melakukan advokasi; berjejaring dengan stakeholder terkait; menyelenggarakan edutainment; dan sebagainya. Tak hanya dalam permasalahan AIDS saja, namun Tim Outreach GN juga sering menjadi ‘tempat sampah’ bagi curhat-curhat permasalahan pribadi dari kawan-kawan GWL.

Jika pada tahun 1987-2001 GN membiayai sendiri untuk kegiatan Outreach, maka sejak tahun 2002 hingga sekarang GN bermitra dengan Family Health International (FHI) untuk “Program Pencegahan IMS, HIV dan AIDS Pada Kalangan LSL Melalui Intervensi Perubahan Perilaku di Surabaya.” GN juga bermitra dengan GF-ATM melalui Dinkes Kota Surabaya untuk Peer Educator (PE). Formasi terakhir Tim Outreach GN (minus Peer Educator) adalah seperti yang terlihat difoto.